Jumat, 10 Juni 2011

Aku, Kamu dan Ceritaku untuk Dunia part3


Akhirnya posting lagi buat ngelanjutin cerpen yang entah sampai kapan akan kelar. Karena penulis sendiri mengakui masih asik dan mau memperpanjang cerita terus, jadi walaupun udah nyampe part 3 tapi sepertinya penulis belum berniat menamatkan cerita ini. Semoga pembaca sendiri tak bosan untuk membacanya, dan tetap sabar menunggu sambungan ceritanya.
Kita lanjutkan sedikit dari postingan sebelumnya. Sampai Violin meminta Ricco menemaninya smsan di sepanjang perjalanan Violin menuju rumahnya. Ricco yang menjomblo saat itu pun mau menemani Violin smsan, tapi hal itu tak berlangsung lama, karena mungkin Violin kelelahan diperjalanan, mana saat itu sudah malam, akhirnya dia tertidur.
“Terus terus,,,apa mereka balikan dan dapat restu dari ortu masing-masing?”, tanya seorang penggemar cerpen gaje dah ga sabar..
“Tidak, mereka ga balikan lagi, apalagi sampai orang tua tahu n ngasih restu. Mohon maaf jika ada sebagian pembaca yang kecewa, kalo mereka jadian n dapat restu bisa berakhir dengan kata “TAMAT” donk, biar seru cerita ga berakhir sampai situ.”
Lanjuut deh Gan,,kali ini bukan tentang Violin, tapiiii...baca ndiri deh..hehe

Teman Sekelas

Huuf..Seperti SpiderMan 3 dimana Peter Parker menceritakan sisi gelap seorang Spider-Man (maksudnya make baju item) yang dikuasai oleh suasana hatinya, maka edisi cerpen gaje part 3 kali ini menceritakan sisi gelap Ricco(bukan berarti make baju item kaya Spiderman yaa), sehingga berpengaruh pada penilaian orang terhadapnya.
Waktu pertama kulihat dirimu
Bagian diriku langsung terasa kaku
Pandangan mataku selalu menuju kepadamu
Wajah cantik dan tubuh yang seksi itu
Membuatku jadi tertarik padamu
Inginnya aku bisa miliki dirimu


Kucoba menarik perhatianmu
Dengan segala cara yg kutau
Inginnya aku dapat mengetuk pintu hatimu


Sudikah kau beriku kesempatan
Tuk buktikan kesungguhan diriku
Inginnya aku bisa miliki dirimu


Mungkinkah aku telah jatuh cinta
Cinta pada pandangan yang pertama
Karna sepertinya hatiku semakin berbunga
Bisakah kudekat dengan dirimu
Bisakah aku mencuri hatimu
Karna diriku tlah jatuh cinta padamu
(J Rocks – PDKT)
Seperti biasa Ricco menyalin dan memandangi sebuah Lirik lagu...
“Interupsi,,,”, kata Huda
“Silahkan..”
“Enak yaA jadi Ricco, kerjaannya memandangi lirik aza, dari part 1 mpe part 3 gitu-gitu aza”
“Hoho, itu salah satu kekurangan saya,, kenapa cerita ini bersambung, mungkin ntar saya bikin part 0 biar disana menceritakan kalo si Ricco nemu buku catatan lirik-lirik lagu kenangannya, terus dibukanya satu persatu. Setiap dia buka 1 lembar dia teringat dengan orang yang ada di lagu kenangannya.Trus disalinnya di buku yg lebih baguz”
“Naah,kalo gitu ga usah dibikin part 0 lagi, sudah kamu jelasin disini Qan..”, sahut Huda.
“Ooh betul juga yaA”
***
Lanjuut....

Saat ku buka buku yang telah berdebu,
Tentang semua masa lalu
Di dalam hidupku
Ku temukan potret dirimu....kekasihku....
Ku terbayang semua tawa dan candamu,
Saat kita masih bersama,,
Jalin ikatan cinta
Kini,,kau tak disisiku lagi
Kau telah pergi
(J-Rocks – Berharap Kau Kembali)

Sebuah potongan lirik yang cukup menyayat hati, karena disamping lirik tersebut terselip foto masa lalu Ricco. Bukan hanya tersayat, Ricco merasa bersalah. Karena sampai saat ini Ricco merasa tak enak hati dengannya.
“Dia siapa sih?”, tanya Huda.
“Biarkan saya lanjutkan ceritanya..”
***
Saat itu Ricco sudah naik kelas, kali ini dia sudah masuk jurusan. Banyak wajah baru yang tak terlalu dikenalnya. Terutama dari kalangan cewe, karena hanya beberapa orang dari kelasnya yang masuk jurursan ini. Kalo dari deretan cowo sih rata-rata sudah dikenalnya. Kelas dengan jumlah yang relatif sedikit, tapi rata-rata semua yang masuk adalah 5 besar dari tiap kelas.
Ricco yang tak pernah mengecap ranking satu lagi sejak kelas 5 SD itu makin dibuat tak berkutik, apalagi saat naik kelas dia dijadikan ketua salah satu organisasi, dan masuk OSIS, sehingga secara matematik waktunya buat belajar jadi sedikit. Tapi justru itulah yang ingin dibuktikannya, organisasi bukan penghalang buat berprestasi, walaupun sampai kelulusan dia tak pernah mengecap ranking 1, tapi setidaknya dia selalu berada dalam kisaran 5 besar. Sebagai bukti dia masih memberikan perlawanan.
Beralih sejenak dari pengenalan kelas...
Dengan teman-teman baru, ada satu orang cewe yang menarik perhatian Ricco. Seseorang yang membuat Ricco ingin mengenalnya. Tetapi posisi duduk yang berjauhan membuatnya mengurungkan niat untuk mendekatinya secara langsung. Pengalaman 1 kali ditolak dan 1 kali pacaran cukup membuatnya bisa mempelajari situasi kali ini. Setelah berusaha mencari tau nama dan nomor hapenya akhirnya ketemu juga, cukup gigih kali ini usaha Ricco. Coz didua pengalaman sebelumnya kan relatif terhalang ratio jumlah bertemu, sama Berlianti ketemu kalo 1 angkot, or sama Violin cuma sesekali ketemu, itupun dalam jangka waktu yang relatif lama. Kali ini dia benar-benar memanfaatkan keadaan, dia bisa curi-curi pandang. Karena posisi tempat duduknya yang strategis.
Ntah apa yang membuatnya merasa tertarik, tapi minimal sekali dia memandang tuh cewe dalam tiap harinya.
Astagfirullah, saya kembali lupa mengenalkan tokoh baru dalam part ini. Cewe itu namanya Febriyanti. Cewe manis satu kelas dengan Ricco semasa SMA. Berasal dari kota yang lumayan jauh dari kota tempatnya menempa ilmu sekarang. Cukup deh perkenalannya.
Akhirnya dengan kegigihannya Ricco sukses mendapatkan nama,,yaah karna itu awal tahun ajaran, apalgi dengan kelas baru, hampir tiap guru yang masuk mengajak kenalan di pertemuan pertama pelajaran. Alhasil dari situ Ricco tahu namanya. Dengan sedikit taktik pun akhirnya Ricco bisa menemukan nomor hapenya. Rupanya Febriyanti tinggal di kost yang tidak begitu jauh dari sekolah.
Walaupun sudah tau nama dan nopenya, Ricco sedikit grogi melakukan PDKT (sesuai lagu J-Rocks di sesi pembuka tadi). Setelah mengumpulkan cukup banyak keberanian akhirnya dia memulai mengajak Febriyanti smsn. Cukup lama berusaha saling mengenal,Ricco yang sudah belajar dari pengalaman-pengalamannya sebelumnya, kali ini merasa mantab untuk melakukan PDKT untuk tahap lanjutan.
Hingga disuatu malam, malam yang begitu cerah, ditemani bintang-bintang di angkasa. Ricco memberanikan mengungkapkan perasaannya ke Febriyanti, walaupun hanya lewat sms dan telpon.
“Waaah,,jadi penasaran nih gimana nasib Ricco untuk kedua kalinya menembak cewe..hehe”, kata Huda menyela.
“Waah, ente kok tiba-tiba gitu sih ngasih komentar, padahal ane masih asik mengetik ceritanya ini...Uups,,ini penembakan Ricco yang ketiga Gan buat cewe. Yang kedua sengaja ga di ekspose..biar terlihat seru..hehe”, jawab saya.
Lanjuut
Febriyanti meminta Ricco untuk meyakinkan dia, alhasil malam itu juga, Ricco yang bisa dibilang jarang keluyuran malam-malam minta izin ke ortunya untuk mengarungi derasnya arus jalan raya di malam hari. Tentunya dengan alasan yang logis pengen beli pulsa yang kebetulan habis saat menlpon Febri tadi. Dia pun berniat untuk membeli kartu yang sejenis dengan kartunya Febri, biar bisa lebih meyakinkan dia nantinya di telpon.
Setelah mengisi pulsa dan membeli kartu baru. Ricco tak langsung pulang.
“Memangnya ngapaen si Ricco di toko ponsel Qan,?”, kembali huda menyela cerpen yang sudah mulai panas ini.
“Adduuuh,,tunggu ane cerita dulu doonk..masih tanggung neeh,,”, pintaku.
Ricco tak langsung pulang ke rumah, segera ditancapnya pedal gas sekuat-kuatnya. Kemana? Yaah dia sampai di kota tempatnya menuntut ilmu, dia sampai ke depan sekolahnya. Di smsnya Febri kalo dia ada di depan sekolah, berhubung Ricco ga tau dimana tempat kost Febri jadi niat awalnya Ricco ingin ketemu di depan Sekolah.
“Malam-malam ke sekolah,hiiii,,atuuuut”, lagi-lagi Huda tak berhenti menyela.Tapi biarlah, toh tak terlalu mengganggu.paling bikin bingung pembaca aza dengan kehadirannya.
“Sorry Co, q ga bisa ke sekolah malam-malam gini, ga da temen..”, begitu balasan Febri.
“Ya udah, kalo gitu aku yang nyamperin kost kamu, bisa minta alamat lengkapnya ga. Deket mana kost kamu, jalannya yang mana.?”, pertanyaan bertubi-tubi yang diberikan Ricco.
“Ga bisa juga Co, di rumah ada banyak keluarga ku.”, balas Febri lagi.
Alhasil malam itu Ricco pulang dengan tangan hampa, bukan cuma karena gagal menemui Febri, juga karena Febri kurang yakin dengannya, sehingga dia menolaknya.
“Apppaaaa?? Ditolak lagi...???”, Huda sudah mulai gerah dengan tulisan gaje saya. Mungkin dia sudah ingin cepat cerpen gaje saya ini berakhir.
Oke, genap sudah 3kali Ricco ditolak (ganjil kalee??). sudah semestinya kali ini dia sudah tak terlalu larut dalam kesedihan setelah penolakan itu.
Bukannya bersedih tapi Ricco masih berusaha meyakinkan Febri, kali ini dia benar-benar ingin menjalin hubungan jarak dekat.Sesampainya di rumah dia masih berusaha. Tetapi jawaban Febri tetap tak berubah.
Keesokan harinya, seolah mendapat inspirasi, Ricco segera memasang NSP di hapenya, kala itu memang NSP sedang booming. Ricco memasang lagu kesukaannya, lagu yang membuatnya merasa larut dalam semangat PDKT. Lagu yang semenjak tadi dipandanginya.
Sesaat Ricco terbangun dari lamunannya, dia mengambil tisu karena ternyata ada cairan tak terdefinisi membanjiri pipinya. (Itu siih iler Qan, bukan cairan tak terdefinisi). Setelah selesai menyapu cairan itu Ricco membetulkan posisi duduknya, berusaha serileks mungkin dan melanjutkan lamunannya memandangi lirik tersebut.
Yup lagu J-Rocks berjudul PDKT yang dipasangnya. Setelah memasang NSP, dicek dan akhirnya dengan wajah berseri dia bilang “Yess, akhirnya ketemu juga ne lagu, dan sekarang sudah jadi NSP”.
Malam pun tiba, Ricco menghubungi Febri, untungnya Febri tak menjauhi Ricco seperti yang dilakukan Berlianti terhadapnya dulu. Sehingga Ricco masih bisa menjalin komunikasi. Ricco pun meminta Febri untuk mendengarkan NSP barunya ini agar dia lebih yakin dengan Ricco. Febri mencoba, dan setelah selesai dia memberi tau Ricco kalo lagunya kurang terdengar. Setelah dicoba beberapa kali hasilnya tetap. Mungkin sinyal yang kurang saat itu. Ricco tak menyerah, diketiknya lirik lagu itu. Langsung dikirimnya ke Febri, dan betapa terkejutnya Ricco melihat balasan Febri. Seolah mendapat angin segar.
“Apaan Qan balasannya, ga usah bertele-tele..”, kata Huda tak sabaran.
Febri ingin mendengar lagunya langsung, tapi berhubung di NSP kurang jelas, sehingga dia meminta Ricco langsung yang menyanyikannya. Ricco yang menyadari suaranya pas-pasan pun sedikit ragu, kalo-kalo malah ditertawakan. Lagi-lagi Ricco harus mengeluarkan keberaniannya. Ditelponnya Febri, setelah sedikit mengobrol dan berusaha meyakinkan Febri biar ga perlu menyanyi, alhasil ujung-ujungnya Ricco tetap harus menyanyikannya. Dia hanya menyanyikan bagian Reff dari lagu itu. Dan akhirnya entah karena tersentuh atau hanya kasian dengan jerih payah Ricco, Febri mau menerimanya. Keputusan yang tentunya diterima Ricco dengan senang hati.
Setelah menjalin hubungan pacaran akhirnya Ricco tau dia adalah pacar kedua Febri. Mungkin sakit hati yang dialaminya sebelumnya membuatnya begitu susah menerima cowo. Ternyata ada kesamaan diantara mereka, sama-sama untuk kali kedua pacaran serta pacar pertama sama-sama terhalang jarak dan dalam rentang waktu 2 minggu.
Hari demi hari pun berlalu, terkadang Ricco curi-curi pandang tapi ketahuan pacarnya, sehingga mereka tersenyum berdua atau ketika guru BP memberikan angket kepada mereka yang ada pertanyaan punya pacar, mereka saling memandang dulu, baru dengan mantab menjawab sudah punya. Tapi rupanya hubungan jarak dekat tak berjalan sesuai kehendak, kali ini Ricco dihadapkan pada sebuah fakta bahwa dia harus menyembunyikan status hubungan mereka agar tak ketahuan teman-teman mereka di kelas. Termasuk dengan teman sebangku yang notabenenya temen dekat Ricco. Hal itu lah yang membuat mereka saling memandang dan bicara lewat mata untuk mengisi angket dari guru BP.
Awalnya Ricco sih bisa menerima dengan santai keinginan pacarnya ini, tapi desakkan dari teman sebangkunya yang tau dia punya pacar tapi tak tau Ricco pacaran dengan siapa ini membuat Ricco beberapa kali meminta izin dengan Febri agar teman sebangkunya ini boleh tau, dengan catatan tak memberitahu yang lain. Tapi itu tak membuat Febri berubah pikiran. Akhirnya rasa kurang mengerti pasangan menyelimuti pikiran mereka, hingga hampir tiap hari mereka bertengkar. Ricco dalam kondisi serba salah di satu sisi dia ingin mengerti keinginan pacarnya, di sisi lain temannya juga ingin dimengerti.
Tapi masalah tak cuma sampai disitu. Permasalahan dengan temannya sedikit bisa reda setelah dia memberi clue agar temannya menebak sendiri. Tapi dia dihadapkan pada permasalahan lainnya. Teman sebangkunya yang bernama Soni (Maaf lupa ngenalin lagi di awal cerita) ini rupanya berniat menduakan pacarnya. Dia punya pacar yang umur pacarannya ga jauh berbeda dengan umur pacaran Ricco dengan Febri. Hanya saja pacarnya ini diluar sekolah alias beda sekolah, dia ingin pacaran jarak dekat. Tapi dia tak ingin memutusi pacarnya itu. Alhasil dia meminta Ricco untuk membantunya mencarikannya pacar.
Ricco tak setuju dengan niat temannya itu. Dia menolak. Tapi Soni tetap bersikeras, hingga hampir semua teman cewe di organisasi itu yang mereka geluti didekatinya. Termasuk Herliana, cewe yang sempat ditembak Ricco tapi merasa Ricco hanya bercanda, sehingga tak benar-benar merespon ungkapan hati Ricco, dan Ricco tak melanjutkan dan berusaha meyakinkannya, saat itu dia merasa tiap cewe yang menolaknya akan seperti Berlianti yang menjauhinya. Ricco kurang suka dengan gelagat Soni mendekati Herliana, tapi apa mau dikata Soni sepertinya sudah membulatkan tekad untuk menjalin hubungan jarak dekat.
Ricco pun akhirnya cuma bisa bilang, kalau dia tak setuju dengan niat Soni, tapi dia akan membantunya. Diapun mendekati Herliana berusaha mencari info yang dikehendaki Soni. Tapi dekat lagi dengan Herliana membuat Ricco teringat kembali serta membuka lagi perasaannya terhadap Herliana yang sempat terucap, tapi ditanggapi berbeda, sehingga dia mengurungkan niatnya. Ricco akhirnya tau Herliana punya pacar. Tapi hubungannya seperti digantung pacarnya. Ricco merasa iba, dia sedih karna cewe seperti Herliana malah mempunyai hubungan yang hampir tak jelas. Setelah semakin dekat dengan Ricco, Herliana pun mungkin mengalami hal yang dirasakan Ricco. Sehingga mereka terarah pada percakapan sms yang menuju pada sebuah pertanyaan, “km setuju ga dengan lagu Astrid, jadikan aku yang kedua.?”, dan jawabn keduanya menuju ke kata setuju. Alhasil sejak hari itu Ricco mempunyai dua pacar sekaligus dijadikan yang kedua.
Ricco yang sebelumnya bilang tak setuju dengan niat Soni menduakan pacarnya malah terjebak dalam hal yang diinginkan Soni. Ricco benar-benar merasa tak enak hati dengan keduanya, terutama dengan Febri, kalo Herliana dia mau dijadikan yang kedua. Ricco berada dalam kebimbangan dan pilihan yang sulit (bersambung)
***
Seperti biasa kali ini juga ada percakapan singkat
Penulis : “Maaf Gan, kali ini tulisan kayanya lebih panjang dari tulisan sebelumnya, saya lagi penuh inspirasi. Sehingga sangat disayangkan jika disia-siakan”
Pengunjung : “Sepertinya mulai kali ini bukan cerpen gaje lagi, karena masalah lebih kompleks sehingga lebih condong ke cerbung deh. “
Penulis : “Maaf ya Gan, sepertinya sih bisa dibilang kaya gitu. “
Pengunjung : “Apalagi ke’gaje’annya semakin kurang,”
Penulis : “Makasih Gan, Saya sebagai penulis malah ikut larut dalam cerita karangan saya. Sehingga lupa memasukkan bumbu gajenya.”
Pengunjung : “Ngomong-ngomong, menurut saya, pasti akhirnya Ricco ketahuan Febri, trus apa pesan yang pengen anda tonjolkan Bang Penulis.?”
Penulis : “Silahkan aza berspekulasi, berhubung ne cerita sebetulnya masih belum kelar, jadi kesimpulannya belum bisa saya tampilkan, paling-paling tentang kegigihan seorang cowo mengejar cintanya. Bikin saya ingat dengan berbagai usaha saya”
Pengunjung : “Usaha gimana yaa maksudnya Bang, kenapa ga cerita cinta Abang aza yang dipublikasikan disini Bang?”
Penulis : “Usaha bikin stiker, usaha bantuan ibu jualan kecil-kecilan di rumah, usaha ngetikin tugas or makalah orang. Lumayan Gan nambah penghasilan walaupun ga menentu dalam sebulan ada kerjaan.hehe..”
Pengunjung : “Waah,,saya kira siih usaha ngejar cewe..Hedeeeh”
Penulis : “Jiaaah,,saya usaha ngejar cewe kalo tu cewe ada utang dalam jumlah besar n belum bayar-bayar,,haha..O iya Gan, kenapa ga cerita pribadi saya aza yang dipublikasikan di sini, saya ga mau aza, coz ga rame deh kayanya. Mana ntar pengunjung bakal berkurang karena isinya semua tentang saya, ga martabakgoreng lagi deh ntar namanya.”
Pengunjung : “Oouch gitu ya Bang, ya udah deh low gitu, saya doain biar ceritanya cepet kelar Bang, katanya kan Abang lagi kejar setoran postingan bulan ini.”
Penulis : “oo iya ya,,Makasih Gan dah ngingetin, saya akan usahakan cepat memenuhi janji saya. Udah dulu Gan, saya mau ngerjaen tugas yang laen..Semoga bermanfaat”
;