Senin, 13 Februari 2012

ST HIMAKOM Journey 2012 part 1 a.k.a Edisi Hari H minus


Gue hadir kembali, Yaah,walaupun harus gue akui kedatangan postingan gue yang ini terbilang telat, karena seperti yang gue sampein di postingan sebelumnya, bahwa masa perkuliahan sudah bergulir yang mengindikasikan masa liburan sudah berlalu. Study Tour Ilkom Angkatan 2009 memang sudah cukup lama berlalu, sudah hampir satu bulan, tapi Alhamdulillah masih terekam cukup manis di otak gue, karena sedari awal memang gue berniat untuk mempostingkannya. Hanya saja sepulang dari ST ada beberapa hal yang dapat menghambat pergerakan cerita2 gue di blog ini.
“Sepertinya sudah ada yang mulai kangen dengan cerita2 gue yang emang gue akui ga jelas sih kadang2.”
“Kadang-Kadang.??? What the……”, ada yang menyela.
“Oke2, gue akui hampir seluruh isi blog gue berbau hal2 yang ga jelas.”, jawab Gue. #Ngalah
***
Sekian basa basinya, karena nasi goreng yang digorengin kaka gue udah keburu basi sebelum gue sempet makan pagi tadi,, #ApaHubungannyaCoba
Oke, cerita bermula dari H-2. Ada bagian seru yang gue soroti disini menurut gue. Dimana sebelum keberangkatan gue sama sekali belum packing sebagaimana teman2 angkatan gue yang lain udah pada packing.
H-2 pagi, gue berencana nyuci baju, celana,kaos kaki, sepatu dan hal2 lain yang gue perlukan. Niatnya sih pas siang nyetrika, kemudian sorenya packing. Tapi sebuah pembahasan di whatsapp menarik minat gue. Si Dani sebagai ketua Prikitieww (sebuah grup kecil yang siap sukses. Ingat !!! Bukan BoyBand grup yaa !!) mengusulkan untuk membeli baju yang kemudian di sablon.
Oke oke, gue jelasin kronologi sebelum itu. (latar belakang berubah jadi suasana pedesaan, hanya sepeda dan sapi berlalu lalang) Dahulu kala,,jauh sebelum hari gue bikin postingan ini, berkumpulah sebagian orang yang duduk melingkar sembari menunggu hujan reda di kampus.
#Plak…Sebuah tamparan keras bersarang di pipi gue.. “Woooii,,katax di pedesaan,kok ada kampus.? Dasar penulis ngawur”, kata salah seorang penonton.
#Plak…Gue balik menampar,tapi yang gue tampar dinding beton, sehingga gue kesakitan sendiri. Sembari meringis gue pun menjawab, “Suka2 gue donk, kan gue penulisnya. Lagian gue bukan penulis ngawur, gue penulis gaje”…#gubraaak
<skip>
Jadi, sembari menunggu hujan reda, para prikitiewwers yang belum bisa beranjak pulang hari itu, memutuskan untuk ngobrol2, memikirkan aksi apa yang akan mereka lakukan ketika ST, ide demi ide bermunculan, mulai dari membuat spanduk, poster, pin, gantungan kunci hingga yang paling ekstrim bikin stiker Prikitieww dan Himakom Journey.
Stiker.??? Ekstrim..??
“Oke oke gue jelasin, dikatakan ekstrim karena stiker2 itu akan di tempel di tempat dan fasilitas2 yang menonjol agar menunjukkan bahwa qta pernah kesana, sekalian dibagikan juga dijalan2 ibukota ntar. Ngelakuin hal2 itu kan perlu ekstra tenaga dan keberanian adu lari lawan orang2 yang tentunya bakal menghambat, semisal preman2, polisi2 berpakaian preman, atau preman2 berpakaian polisi yang biasa di jalan2 atau yang lebih berbahaya boyband2 lokal yang terpukau dengan kami kemudian jatuh cin*a pada pandangan kesekian.Ini misi sungguh ekstrim banget.,Gitu…”
Kembali ke hari H-2, karena terbuai oleh libur setelah UAS dan bisa berkumpul dengan keluarga, proyek membuat poster dan stiker yang telah disepakati akhirnya cukup terlupakan,gue juga keasyikan berkutat dengan orderan2 makalah yang deadline kudu gue selesein dua hari sebelum gue berangkat artinya di hari H-2. Setelah obrolan singkat di whatsapp, Dani memberi usul terbaru yaitu membeli baju yang sama. Dengan kondisi mereka masih di kota masing2 dan gue juga masih mengerjakan orderan di hari itu akhirnya proyek ini sempat mandek ga da yang menggerakkan. Alhasil Adit mengalah, dia yang base’x di Banjarmasin bersedia untuk membelikan baju2 polos terlebih dahulu bersama Azhmi. Ntar urusan desain n nyablon diserahin ke gue n Farhan yang kebetulan base’x di Banjarbaru.
Selepas pembagian tugas dadakan itu, gue yang semestinya bersegera membuat desain sederhana, menahan dulu pengerjaannya, karena gue masih dalam tahap akhir pengerjaan orderan sambil nyuci baju, Farhan segera bergerak mencari lokasi untuk menyablon yang bisa kelar dalam 1 hari. Setelah dapat dia segera melaporkan bahwa ada tempat sablon yang bersedia, Setelah laporan diterima, Adit n Azhmi bersegera menuju salah satu pasar di Banjarmasin yang banyak menyediakan kaos2 polos. Siang harinya, Adit melapor baju udah dibeli, dan dia berharap ada yang ngambil bajunya ke Banjarmasin.
Sekedar info buat pembaca, kalo dari Banjarbaru, 10 menit ga nyampe ke Banjarmasin. Iyaa,,10menit emang ga nyampe ke Banjarmasin, karena setidaknya perlu 25 menit – 1,5 jam tergantung sikon juga.
Siang harinya, gue ngantar orderan dulu, sesampainya di lokasi, ternyata ada sedikit kesalahan dalam covernya, Gue bergegas pulang untuk memperbaikinya, padahal perlu 15-20menit gue menuju lokasi penyerahan orderan #OkeIniSedikitDiDramatisir
Desain belum dikerjakan, orderan perlu di perbaiki, akhirnya gue prioritaskan orderan karena orangnya perlu cepat, lagian uang hasil orderan itu gue gadang2 buat uang keperluan gue selama ST. sembari melapor belum bisa bikin desain dan berharap ada yang memback-up. Gue akhirnya menyelesaikan orderan, tapi hari sudah beranjak sore. Akhirnya singkat kata singkat cerita. Gue dan Farhan mengalah untuk mendatangi Adit di Banjarmasin, dengan desain yang belum jadi ditangan gue. Berangkat ke Banjarmasin sekitar jam 5 sore waktu setempat, dengan diiringi derai hujan yang turun nan merdunya serta alunan2 doa dari rekan2 grup whatsapp yang terenyuh melihat kegigihan kami #AgakLebaySih. Gue dan Farhan melaju lembut menyisir jalan. Sesampainya di tempat Adit, kami disambut segelas teh hangat dan sepiring kue untuk2 yang tak kalah hangat, lumayan buat ngisi perut. Sebelum magrib gue n Farhan izin pulang karena harus bergegas menyelesaikan desain dan bersegera ke tempat sablon. Karena dari info yang di bawa Farhan, tempat sablonnya tutup jam 8 malam.
Sesampainya di Banjarbaru, bersegera sholat magrib, dan gue langsung mangkir di depan laptop gue, menyelesaikan desain, dan waktu menunjukkan sudah hampir jam setengah 8 malam. Wooow, sembari membuat desain berdua Farhan. Perdebatan2 kecil masalah warna dan jenis font, akhirnya jadi juga desain sederhana ini. Adzan isya berkumandang, gue yang sudah ada janji habis isya langsung mengcopy filenya ke FD Farhan dan bersegera sholat dan berangkat merealisasikan janji gue.
Yup, sekarang memasuki hari H-1, pagi itu gue belum juga packing, Gue baru ngumpul2in barang2 yang mesti di bawa,ini berlangsung hingga siang harinya. Huda n Dani juga udah datang dari kota masing2. Baju pesanan sablonan juga bakal kelar di hari ini.
Gue mulai serius packing menjelang malam. Ga terlalu banyak cerita yang bisa gue share di hari H-1 ini. Karena selain postingan gue udah terlalu panjang, juga karena hampir seharian gue di rumah aza berjibaku dengan barang2 yang mesti dibawa. Pukul 9 malam lewat, gue menyempatkan diri mengunjungi rumah 3 serangkai (Dani, Huda, Farhan) untuk mengambil baju kaos punya gue. Sembari membicarakan proses keberangkatan kami menuju Bandara. Karena bukan main2, kami harus ke bandara jam 4 subuh, dan perlu diantar, karna ga mungkin kami harus berkendaraan menuju bandara. Setelah selesai obrol2, didapat kesepakatan, gue pulang..
gini nih kira2 penampakan baju yang diharapkan (desain only)

Sesampainya di rumah, gue menyelesaikan packing dan berniat untuk bersegera tidur. Karena tubuh gue juga perlu istirahat ekstra sebelum berangkat. Tapi mengubah kebiasaan tidur tengah malam itu lumayan susah, gue kesulitan untuk tidur cepat malam itu. #KemudianBersambung …..
;